BREAKING NEWS

Tampilkan postingan dengan label adv pemko banjarbaru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label adv pemko banjarbaru. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 Juni 2026

Wali Kota Erna Lisa Halaby Dukung Komunitas Sepatu Roda, Dorong Kejuaraan Inline Skate Digelar di Banjarbaru

BANJARBARU- Wali Kota Banjarbaru, Hj Erna Lisa Halaby, memberikan dukungan langsung kepada komunitas sepatu roda Soul Sk8ber Banjarbaru saat kegiatan Car Free Day (CFD) di depan Balai Kota Banjarbaru, Minggu (7/6/2026).

Kehadiran orang nomor satu di Kota Idaman itu menjadi penyemangat tersendiri bagi para anggota komunitas yang tengah menjalani latihan rutin. Tidak hanya menyaksikan aksi para skater, Lisa Halaby juga menyampaikan komitmennya untuk mendukung pengembangan olahraga sepatu roda di Banjarbaru.

Bahkan, ia mendorong agar kejuaraan atau event sepatu roda segera digelar di Banjarbaru sebagai wadah pembinaan sekaligus pencarian bibit atlet berprestasi.

"Siapkan event untuk di Banjarbaru. Semoga ke depan terlahir juara nasional dari Kota Banjarbaru," ujar Lisa Halaby saat menyapa para anggota komunitas.

Dalam kesempatan tersebut, Lisa tampak akrab dengan para skater. Ia menyempatkan diri menyalami anggota komunitas satu per satu, berfoto bersama, serta memberikan motivasi agar terus berlatih dan mengembangkan kemampuan.

Keberadaan Car Free Day yang rutin digelar setiap Minggu dinilai memberikan ruang positif bagi masyarakat untuk berolahraga dan beraktivitas, termasuk bagi komunitas sepatu roda.

Ketua Soul Sk8ber Banjarbaru, Eko Wahyu, menyambut baik perhatian dan dukungan yang diberikan Pemerintah Kota Banjarbaru terhadap komunitas yang dipimpinnya.

"Kami menyambut baik keberadaan CFD setiap hari Minggu. Terima kasih kepada Ibu Wali Kota atas dukungan yang diberikan kepada komunitas kami," ujarnya.

Saat ini, Soul Sk8ber Banjarbaru rutin menggelar latihan di Lapangan Murjani Banjarbaru. Selain itu, komunitas tersebut juga kerap mengadakan latihan bersama di kawasan perkantoran Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan di Trikora.

Komunitas ini juga mendapat dukungan fasilitas dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banjarbaru yang menyediakan area latihan di halaman kantor Dishub Banjarbaru.

Humas Soul Sk8ber Banjarbaru, Muhammad Rizki Zamzam, mengapresiasi dukungan yang diberikan Pemerintah Kota Banjarbaru terhadap perkembangan olahraga sepatu roda.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Banjarbaru, khususnya Dinas Perhubungan Banjarbaru, yang telah memfasilitasi kegiatan olahraga sepatu roda di Kota Idaman," katanya. (*/jp). 

Senin, 02 Maret 2026

Disiplin ASN Jadi Sorotan Utama Rakor Pemkot Banjarbaru Maret 2026

BANJARBARU- Pemerintah Kota Banjarbaru menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah lingkup pemerintah kota, Senin (2/3/2026). 

Pertemuan yang berlangsung di Aula Gawi Sabarataan itu menitikberatkan pada penguatan kedisiplinan aparatur sipil negara (ASN) serta peningkatan kualitas pelayanan publik.

Rakor dipimpin Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru, Sirajoni, dengan agenda awal mengevaluasi capaian strategis Februari 2026. 

Sejumlah isu menjadi perhatian, di antaranya optimalisasi pengelolaan sampah, penertiban warung liar, percepatan pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2), serta penguatan administrasi kependudukan bagi warga pendatang untuk memastikan akurasi data pembangunan.

Memasuki agenda utama Maret 2026, Sekda Kota Sirajoni, menegaskan pentingnya kedisiplinan ASN sebagai fondasi utama pelayanan kepada masyarakat.

"Hal yang paling fundamental bagi kita adalah kedisiplinan ASN agar dapat bekerja dengan penuh tanggung jawab. Saya meminta seluruh aparatur memastikan kewajiban mereka benar-benar dilaksanakan dengan sebaik-baiknya demi kepentingan masyarakat,” tegas Sirajoni.

Ia meminta seluruh pimpinan organisasi perangkat daerah memantau kinerja dan produktivitas pegawai di unit kerja masing-masing agar tetap optimal sesuai jam layanan. Selain itu, Rakor juga membahas persiapan partisipasi Banjarbaru dalam ajang Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia di Medan.

Sekda turut menekankan peningkatan kualitas pelayanan publik dengan mengedepankan sikap ramah, santun, dan solutif dalam melayani masyarakat. Para pimpinan perangkat daerah juga diminta menjaga integritas dan profesionalisme, disertai pembenahan administrasi serta pengawasan keuangan yang lebih cermat.

Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih, sehat, dan akuntabel di Kota Banjarbaru. (mc/jp). 

Sabtu, 28 Februari 2026

Dukung Sensus Ekonomi 2026, Wali Kota Banjarbaru Siapkan Surat Edaran hingga Apel Siaga

BANJARBARU- Pemerintah Kota Banjarbaru menegaskan komitmennya membangun daerah berbasis data melalui dukungan penuh terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026). 

Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Banjarbaru, Hj Erna Lisa Halaby, saat menerima audiensi jajaran Badan Pusat Statistik Kota Banjarbaru di Rumah Dinas Wali Kota, Sabtu (28/2/2026).

Dalam pertemuan itu, BPS menyampaikan bahwa Sensus Ekonomi 2026 akan digelar pada Mei hingga Juli 2026 dan mencakup seluruh wilayah Kota Banjarbaru. 

Sensus ini akan mendata seluruh pelaku usaha non-pertanian, mulai dari skala mikro, kecil, menengah, hingga besar.

Wali Kota Erna Lisa menyambut baik rencana tersebut dan memastikan kesiapan pemerintah daerah dalam menyukseskan pelaksanaan sensus.

"Pemkot Banjarbaru siap memberikan dukungan penuh untuk Sensus Ekonomi ini. Nanti akan kita buatkan surat edaran, publikasi seperti baliho dan media lainnya, serta melaksanakan apel siaga. Karena sensus ekonomi ini penting, bukan hanya data, tapi ini adalah investasi data,” ujar Erna Lisa Halaby.

Menurutnya, data yang akurat menjadi fondasi utama dalam penyusunan kebijakan pembangunan agar tepat sasaran. Dengan dukungan data hasil sensus, pemerintah dapat merancang program secara lebih efektif dan efisien, sekaligus memastikan anggaran daerah memberi manfaat optimal bagi masyarakat.

"Melalui sensus ini, kita bisa memastikan kebijakan dan program pembangunan sesuai dengan kondisi riil di lapangan. Ini sangat membantu kami dalam merancang pembangunan Kota Banjarbaru ke depan,” tambahnya.

Pemkot Banjarbaru mengajak seluruh pelaku usaha dan masyarakat untuk berpartisipasi aktif serta memberikan keterangan yang benar kepada petugas sensus. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dinilai menjadi kunci keberhasilan pendataan.

Hasil Sensus Ekonomi 2026 diharapkan menjadi pijakan strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta memperkuat posisi Banjarbaru sebagai kota yang maju, transparan, dan berbasis data. (mc/jp). 

Jumat, 27 Februari 2026

Wali Kota Banjarbaru Salurkan 100 Paket Sembako untuk Warga Rentan di Banjarbaru Selatan


BANJARBARU- Wali Kota Banjarbaru, Hj Erna Lisa Halaby, menyalurkan 100 paket sembako kepada warga kurang mampu di Kecamatan Banjarbaru Selatan, Jum'at (27/2/2026). Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Banjarbaru Selatan dan dihadiri camat serta para lurah setempat.

Paket sembako diberikan kepada kaum dhuafa, janda, dan lanjut usia (lansia). Penyerahan dilakukan secara simbolis kepada tiga perwakilan penerima sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Kota Banjarbaru terhadap kondisi sosial masyarakat yang masih menghadapi tantangan ekonomi.

Dalam sambutannya Wali Kota Lisa, menegaskan pentingnya penyaluran bantuan yang tepat sasaran.

"Ulun ingin langsung bertatap muka dengan pian-pian. Alhamdulillah hari ini bisa terlaksana. Kami ingin bantuan yang disalurkan benar-benar diterima warga yang membutuhkan,” ujarnya.

Ia juga meminta jajaran pemerintah kecamatan dan kelurahan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya kelompok rentan.

"Saya tegaskan kepada camat dan lurah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat agar memberikan pelayanan terbaik. Mudahkan dan ringankan urusan warga, jangan dipersulit,” tegasnya.

Menurutnya, aparatur kelurahan harus aktif turun ke lapangan dan tidak mengabaikan warga yang membutuhkan perhatian, terutama lansia yang hidup sendiri tanpa pendampingan keluarga.

Selain penyerahan bantuan, Wali Kota juga berdialog langsung dengan warga. Tiga perwakilan lansia menyampaikan aspirasi dan keluhan, mulai dari layanan kesehatan, kebutuhan bantuan rutin, hingga peningkatan perhatian terhadap kesejahteraan warga lanjut usia.

Dialog berlangsung hangat dan terbuka. Wali Kota menyatakan akan menindaklanjuti setiap masukan agar solusi yang diberikan tepat sasaran dan berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Banjarbaru menegaskan komitmennya memperkuat jaringan pengaman sosial sekaligus membangun komunikasi dua arah dengan masyarakat. 

Perhatian terhadap kelompok rentan, terutama di tengah dinamika pembangunan kota, menjadi salah satu prioritas agar hasil pembangunan dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat. (mc/jp). 

Kamis, 26 Februari 2026

Safari Ramadan 1447 H, Wali Kota Banjarbaru Salurkan Hibah Rp60 Juta dan Serap Aspirasi Warga Landasan Ulin

BANJARBARU- Wali Kota Banjarbaru, Hj Erna Lisa Halaby, menegaskan Safari Ramadan bukan sekadar agenda keagamaan, tetapi menjadi ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat. 

Hal itu disampaikannya saat Safari Ramadan 1447 Hijriah di Masjid Al-Ikhlas, Jalan Kanturi II, RT 029/RW 006, Kelurahan Syamsudin Noor, Kecamatan Landasan Ulin, Kamis (26/2/2026) sore.

Kegiatan tersebut merupakan rangkaian Safari Ramadan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarbaru Tahun 2026 yang bertujuan mempererat silaturahmi sekaligus mendekatkan pelayanan pemerintah hingga tingkat kelurahan dan kecamatan. Turut mendampingi Ketua TP PKK Kota Banjarbaru, H Riandy Hidayat, serta jajaran pemerintah kota.

Dalam sambutannya Wali Kota Lisa menekankan pentingnya kesinambungan komunikasi antara pemerintah dan warga.

"Mudah-mudahan bukan hanya satu kali pada saat Safari Ramadan ini saja. Saya menginginkan ini berkelanjutan pada momen kegiatan lain, agar kami bisa langsung bersilaturahmi dan bertatap muka dengan warga di masing-masing kelurahan dan kecamatan,” ujarnya.

Ia menegaskan, Pemerintah Kota Banjarbaru berkomitmen memberikan pelayanan optimal sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.

"Kami sebagai pelayan dan abdi masyarakat tentu ingin memberikan pelayanan terbaik, sehingga apa yang kita harapkan bersama dapat terwujud, menjadikan Banjarbaru yang Elok, Maju, Adil, dan Sejahtera (EMAS) bagi seluruh masyarakat,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota menyerahkan bantuan hibah sebesar Rp60 juta untuk Masjid Al-Ikhlas. Selain itu, sejumlah musala di Kecamatan Landasan Ulin masing-masing menerima bantuan Rp10 juta. Pemerintah kota juga menyerahkan bingkisan kepada para marbot masjid sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam merawat rumah ibadah.

Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh keakraban, dan dihadiri tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga setempat. Melalui Safari Ramadan, Pemerintah Kota Banjarbaru berharap dapat membangun komunikasi yang terbuka dan responsif, sehingga setiap program pembangunan selaras dengan kebutuhan masyarakat. (mc/jp). 

Wali Kota Banjarbaru Minta Lurah Perbarui Data Penerima Bansos saat Temui Warga Landasan Ulin

BANJARBARU- Wali Kota Banjarbaru, Hj Erna Lisa Halaby, melakukan silaturahmi dengan kaum dhuafa, janda, dan lanjut usia (lansia) di Kecamatan Landasan Ulin, Kamis (26/2/2026). Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Landasan Ulin dan dihadiri sejumlah warga kurang mampu.

Dalam dialog tersebut, warga menyampaikan sejumlah keluhan, di antaranya masih adanya masyarakat yang belum terdata sebagai penerima bantuan sosial (bansos). Selain itu, beberapa warga mengaku belum memiliki pekerjaan tetap sehingga berdampak pada kondisi ekonomi keluarga.

Menanggapi aspirasi tersebut, Wali Kota Lisa, menegaskan komitmen Pemerintah Kota Banjarbaru untuk memastikan bantuan sosial tepat sasaran. 

Ia meminta para lurah, khususnya di wilayah Kecamatan Landasan Ulin, melakukan pendataan ulang secara menyeluruh terhadap warga yang berhak menerima bantuan.

"Data harus benar-benar akurat agar bantuan tepat sasaran. Saya minta kepada para lurah dan jajaran untuk mendata kembali warganya serta memastikan masyarakat yang kurang mampu mendapatkan perhatian,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Lisa juga menyerahkan bantuan berupa paket sembako kepada warga yang hadir. Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah kota terhadap masyarakat yang membutuhkan.

Ia juga menekankan pentingnya kepekaan sosial aparatur pemerintah di tingkat kelurahan dan kecamatan dalam merespons kondisi warganya. Menurutnya, peran aktif perangkat wilayah sangat menentukan efektivitas program bantuan sosial.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Banjarbaru berharap terjalin komunikasi yang lebih intensif antara pemerintah dan masyarakat, sehingga setiap persoalan dapat segera ditindaklanjuti guna meningkatkan kesejahteraan warga. (mc/jp). 

Rabu, 25 Februari 2026

Pemkot Banjarbaru Gelar Silaturahmi Ramadan 1447 H, Serahkan 75 Paket Tali Asih untuk Anak Yatim

BANJARBARU- Pemerintah Kota Banjarbaru menggelar Silaturahmi Ramadan 1447 Hijriah di Aula Gawi Sabarataan, Rabu (25/2/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Banjarbaru Hj Erna Lisa Halaby, Wakil Wali Kota Wartono, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Pada kegiatan tersebut, anak-anak yatim dari Panti Sosial Asuhan Anak Budi Mulia diundang sebagai tamu istimewa. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah dan Forkopimda sekaligus wujud kepedulian terhadap anak-anak yatim.

Dalam sambutannya Wali Kota Erna Lisa Halaby memberikan motivasi kepada anak-anak yatim agar tetap semangat meraih cita-cita.

"Jangan pernah takut bermimpi dan memiliki cita-cita yang tinggi. Rajinlah belajar, kuatkan ibadah, dan jaga akhlak,” ujarnya.

Ia menegaskan, setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang gemilang selama terus berusaha, disiplin, dan memegang nilai-nilai kebaikan.

"Insya Allah, kalian bisa menjadi pemimpin yang membawa kemajuan bagi Banjarbaru,” tambahnya.

Sebagai bentuk kepedulian, Wali Kota didampingi suaminya yang juga Ketua TP PKK Banjarbaru, H Riandy Hidayat, menyerahkan secara simbolis 75 paket tali asih kepada anak-anak yatim.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut kepala satuan organisasi perangkat daerah (SOPD), para camat, dan lurah se-Kota Banjarbaru. Tausiyah disampaikan oleh Muhammad Rizal Fathoni yang mengingatkan tentang keutamaan bulan Ramadan serta pentingnya memuliakan anak yatim.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama, sebagai wujud syukur dan harapan agar Ramadan menjadi momentum memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat. (mc/jp). 

Senin, 23 Februari 2026

Safari Ramadan di Liang Anggang, Wali Kota Banjarbaru Serahkan Hibah dan Santunan untuk Marbot

BANJARBARU- Pemerintah Kota Banjarbaru menggelar Safari Ramadan sebagai upaya mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah dan masyarakat. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Masjid Baitul Makmur, Kecamatan Liang Anggang, Senin (23/2/2026).

Safari Ramadan ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, jajaran pejabat pemerintah, alim ulama, serta tokoh masyarakat setempat.

Selain menjadi ajang tatap muka, kegiatan ini juga diisi dengan penyerahan bantuan dana hibah kepada sejumlah pengelola masjid dan musala di wilayah Kecamatan Liang Anggang. Bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk renovasi maupun pemeliharaan sarana dan prasarana ibadah.

Dalam sambutannya Wali Kota Erna Lisa Halaby, menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah berperan aktif dalam mendukung pembangunan Kota Banjarbaru. 

Ia juga mengajak warga untuk menjaga kondusivitas sosial di tengah keberagaman.

"Mari kita jaga kebersamaan dengan menghindari permusuhan dan perdebatan yang tidak perlu. Kita harus tetap kompak, solid, dan saling menolong, terutama dalam lingkup terkecil, yakni antar tetangga,” ujarnya.

Wali kota juga menyoroti pentingnya kepedulian sosial di lingkungan perumahan. 

Ia mengingatkan masih adanya warga lanjut usia yang tinggal sendiri tanpa perhatian memadai, sehingga diperlukan kepekaan dan kepedulian bersama.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota turut memberikan santunan pribadi kepada para marbot masjid sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan rumah ibadah selama Ramadan.

Pemerintah Kota Banjarbaru berharap kegiatan Safari Ramadan ini tidak hanya memperkuat ukhuwah, tetapi juga mendorong masjid dan musala menjadi pusat pembinaan umat serta pembangunan karakter masyarakat di Kota Idaman. (mc/jp). 

Jumat, 20 Februari 2026

Wali Kota Lisa Hadir Dengan Hati, Pelukan Hangat Untuk Kaum Dhuafa dan Lansia Liang Anggang

BANJARBARU- Suasana penuh haru dan kehangatan menyelimuti halaman Kantor Kelurahan Landasan Ulin Barat, Kecamatan Liang Anggang, Jum'at (20/02/2026).

Terlihat warga dari kalangan kaum dhuafa , janda dan lansia tampah berkumpul untuk mengahdiri  silaturahmi bersama Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby.

Kehadiran orang nomor satu di Kota Idaman itu bukan sekadar memenuhi agenda pemerintahan. Ia datang untuk menyapa, mendengar sekaligus menyerahkan santunan berupa paket sembako kepada warga yang membutuhkan.

Masyarakat yang hadir dalam kegiatan tersebut berasal dari sejumlah Kelurahan diwilayah Kecamatan Liang Anggang, yakni Kelurahan Landasan Ulin Utara, Landasan Ulin Selatan dan Landasan Ulin Tengah. 

Pada hari ini, mereka dapat bertatap muka dan berdialog langsung dengan Wali Kota Lisa, sebuah kesempatan yang disambut dengan penuh antusias dan rasa syukur.

Momen paling menyentuh terjadi ketika Wali Kota Lisa berdialog langsung dengan beberapa kaum dhuafa, janda dan lansia. Dengan penuh perhatian, ia mendengarkan kisah hidup dan keluh kesah yang disampaikan. 

Dalam suasana dialog yang begitu emosional, Wali Kota Lisa terlihat meneteskan air mata saat mendengar cerita sebuah perjuangan hidup dalam keterbatasan. Suasana seketika hening dan sejumlah warga yang turut menyaksikan pun ikut menyeka air mata.

Dalam kesempatan ini, Wali Kota Lisa, menyampaikan tujuannya yakni, dirinya ingin membantu seluruh masyarakat Kota Banjarbaru khususnya saat ini diwilayah Kecamatan Liang Anggang.

"Ulun berharap para Lurah se-Kecamatan Liang Anggang apa yang menjadi keluhan, kendala dan kebutuhan warganya, harus cepat bergerak dan melayani dengan penuh tanggung jawab,” uajarnya.

Dirinya juga menegaskan jangan ada warga tidak terlayani dengan baik.

"Berikanlah pelayanan yang terbaik buat masyarakat khususnya diwilayah Kecamatan Liang Anggang. Permudah dan ringankan urusan mereka, terlebih lagi kepada kaum dhuafa, janda, lansia dan pengurus masjid,” tegasnya.

Kegiatan silaturahmi ini sekaligus menjadi ruang dialog antara pemerintah dan warga. Interaksi yang terbangun terasa hangat dan tanpa sekat, memperlihatkan hubungan emosional yang kuat antara pemimpin dan masyarakatnya.

Bagi Pemerintah Kota Banjarbaru, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak semata-mata berbicara tentang infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi. Lebih dari itu, pembangunan harus menyentuh sisi kemanusiaan memberi perhatian pada mereka yang sering kali luput dari sorotan.

Silaturahmi di Lingkup Kecamatan Liang Anggang ini pun menjadi simbol bahwa kepemimpinan yang berpihak pada rakyat bukan sekadar slogan. Ia hadir dalam tindakan nyata, dalam langkah-langkah konkret yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Ditengah senyum para lansia, doa yang terucap lirih, serta air mata yang jatuh dalam keharuan, silaturahmi inilah menjadi bukti bahwa pemerintah hadir bukan hanya sebagai pengambil kebijakan, tetapi juga sebagai penguat harapan. (mc/ali/jp). 


Kamis, 19 Februari 2026

Wali Kota Lisa Halaby Buka Pasar Wadai Ramadan 1447 H di Banjarbaru, 150 Tenant Gratis untuk UMKM

BANJARBARU- Pemerintah Kota Banjarbaru resmi membuka Pasar Wadai Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi di Lapangan dr. Murdjani, Kamis (19/2/2026) sore. Agenda tahunan ini kembali menjadi pusat aktivitas warga untuk berburu takjil sekaligus menggerakkan ekonomi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Pembukaan dilakukan langsung oleh Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, didampingi Wakil Wali Kota Wartono serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Mengusung tema “Harmoni Ramadan dalam Kebersamaan”, Pasar Wadai tahun ini menjadi bagian dari rangkaian Banjarbaru Festival 2026. Sebanyak 150 tenant disediakan secara gratis bagi pelaku UMKM sebagai bentuk dukungan terhadap ekonomi kerakyatan.

"Alhamdulillah, kami menyediakan 150 tenant gratis. Antusiasme pelaku UMKM sangat luar biasa untuk bergabung di Lapangan Murdjani. Kami juga mengajak para pedagang kaki lima yang biasa berjualan di jalan agar masuk dan berjualan di sini, sehingga lebih tertib dan nyaman,” ujar Lisa.

Pasar Wadai Ramadan tidak hanya menghadirkan ragam kuliner khas Banjar seperti Bingka, Amparan Tatak, Ipau, dan Putu Mayang, tetapi juga aneka jajanan kekinian. Perpaduan tersebut diharapkan mampu menarik minat masyarakat sekaligus menjaga eksistensi kuliner tradisional di tengah perkembangan zaman.

Menurut Lisa, kegiatan ini dirancang sebagai ruang sinergi antara aktivitas religi dan pelestarian seni budaya daerah. “Kami berharap Pasar Wadai menjadi penggerak ekonomi masyarakat, memberi manfaat luas, serta mempererat ukhuwah Islamiyah,” katanya.

Usai peresmian, Wali Kota meninjau sejumlah tenant dan berdialog dengan para pedagang. Ia juga terlihat membeli beberapa menu berbuka puasa sebagai bentuk dukungan terhadap pelaku usaha lokal.

Pasar Wadai Ramadan 1447 H akan berlangsung selama satu bulan penuh sepanjang Ramadan, menghadirkan wisata kuliner dan hiburan Islami bagi masyarakat Banjarbaru dan sekitarnya setiap sore menjelang waktu berbuka puasa. (mc/ali/jp). 

Wali Kota Lisa Tegaskan Larangan Makan di Tempat dan Penutupan Hiburan Selama Bulan Suci Ramadan

BANJARBARU- Menjelang datangnya Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah, Pemerintah Kota Banjarbaru mengambil langkah strategis untuk memastikan suasana ibadah berlangsung aman, tertib, dan penuh kekhusyukan. 

Melalui Surat Edaran Nomor 556/162/PAR/DISPORABUDPAR tentang Pelaksanaan Kegiatan Masyarakat pada Bulan Suci Ramadan dan Idul Fitri 1447 H, pemerintah daerah menegaskan komitmennya menjaga harmoni sosial sekaligus memberikan kepastian aturan bagi pelaku usaha dan masyarakat.

Wali Kota Banjarbaru, Hj Erna Lisa Halaby, menekankan bahwa kebijakan ini bukan semata pembatasan aktivitas, melainkan instrumen penataan agar nilai-nilai Ramadan tetap terjaga di ruang publik. 

Regulasi tersebut berlandaskan Perda Kota Banjarbaru Nomor 4 Tahun 2025, Perda Nomor 14 Tahun 2015, serta Perwali Banjarbaru Nomor 80 Tahun 2016 yang menjadi payung hukum pengaturan ketertiban umum dan kegiatan usaha selama Ramadan.

Dalam ketentuan tersebut ditegaskan, restoran, rumah makan, kafe, warung rombong dan sejenisnya dilarang melayani makan dan minum di tempat sebelum waktu yang telah ditentukan. Pelaku usaha kuliner yang menyediakan layanan berbuka puasa diperbolehkan membuka usaha mulai pukul 17.00 WITA. Sementara pedagang di kawasan pasar wadai atau lokasi serupa dapat memulai aktivitas perdagangan pada pukul 15.00 WITA.

Penegasan jam operasional ini, menurut Wali Kota, bertujuan menjaga sensitivitas sosial dan menghormati umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa. Pemerintah juga secara tegas melarang penggunaan petasan atau sejenisnya yang berpotensi menimbulkan kebisingan dan gangguan keamanan.

Tak kalah penting, sektor hiburan umum menjadi perhatian serius. Berdasarkan Perda Nomor 14 Tahun 2015 dan Perwali Nomor 80 Tahun 2016, seluruh usaha hiburan seperti karaoke dewasa maupun keluarga, pub/cafe, biliar, hingga panti pijat wajib menghentikan operasional selama Ramadan dan baru dapat kembali beraktivitas mulai 2 Syawal. Kebijakan ini dimaksudkan untuk menjaga suasana religius serta meminimalisasi potensi gangguan ketertiban umum.

"Khusus bulan Ramadan, pemegang izin usaha hiburan umum, rekreasi dan olahraga berkewajiban menutup kegiatan usaha hiburan dan mulai beroperasi pada tanggal 2 Syawal,” tegasnya.

Di sisi lain, pemerintah tetap memberi ruang bagi ekspresi budaya dan tradisi keagamaan. Kegiatan “bagarakan sahur” diperbolehkan mulai pukul 03.00 hingga 04.00 WITA dengan syarat tidak mengganggu ketenangan warga. Demikian pula kegiatan festival Ramadan seperti tadarus puisi, festival bedug, tanglong dan kegiatan sejenis dapat dilaksanakan setelah salat tarawih atau pukul 21.00 WITA.

Wali Kota Lisa menegaskan, bahwa implementasi aturan ini akan disertai pengawasan intensif oleh aparat terkait. 

Ia mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga ketertiban dan tidak ragu melaporkan pelanggaran melalui call center Satpol PP Banjarbaru maupun kanal media sosial resmi @satpolppbjb.

Dengan regulasi yang jelas dan dukungan masyarakat, Pemerintah Kota Banjarbaru optimistis Ramadan 1447 H dapat dijalani dengan lebih bermakna tidak hanya sebagai ibadah personal, tetapi juga sebagai refleksi kolektif dalam membangun kota yang religius, harmonis, dan berkeadaban. (mc/jp). 

Rabu, 18 Februari 2026

Sekda Kota Pimpin Pembentukan Panitia, Banjarbaru Matangkan Persiapan Hari Jadi ke-27

BANJARBARU- Pemerintah Kota Banjarbaru mulai mematangkan persiapan peringatan Hari Jadi ke-27 tahun 2026. Langkah awal ditandai dengan Rapat Pembentukan Panitia Pelaksana yang digelar di Aula Gawi Sabarataan, Balai Kota Banjarbaru, Rabu (18/2/2026).

Rapat dipimpin Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru, Sirajoni, dan dihadiri para kepala Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) se-Kota Banjarbaru. Agenda ini menjadi tahapan awal penyusunan rangkaian kegiatan tahunan yang puncaknya diperingati setiap 20 April.

Sirajoni, mengatakan bahwa rapat kali ini difokuskan pada pembentukan struktur panitia pelaksana. Sementara konsep besar peringatan masih akan dibahas lebih lanjut.

"Untuk konsep Hari Jadi Kota Banjarbaru belum kita tegaskan dalam rapat ini. Rapat kedua pada 26 Februari nanti akan kita bahas kembali untuk penegasan konsepnya,” ujarnya usai memimpin rapat.

Ia menegaskan, peringatan tahun ini akan diselenggarakan secara sederhana menyesuaikan kondisi anggaran daerah, namun tetap mengedepankan kekhidmatan dan makna.

"Karena keterbatasan anggaran, pelaksanaannya dibuat sederhana tetapi tetap khidmat. Kita upayakan tetap meriah dengan efisiensi, namun maknanya harus tetap ada bahwa warga Kota Banjarbaru memperingati Hari Jadi ke-27,” kata Sirajoni.

Dalam rapat tersebut, pemerintah menetapkan struktur panitia pelaksana beserta sejumlah kelompok kerja yang menangani kebutuhan teknis, mulai dari kegiatan hiburan dan perlombaan, bidang keamanan, sosial kemasyarakatan, hingga publikasi.

Selain itu, Prof. Dr. Husaini ditetapkan sebagai Ketua Panitia Pelaksana Peringatan Hari Jadi ke-27 Kota Banjarbaru Tahun 2026.

Peringatan Hari Jadi ke-27 ini diharapkan menjadi momentum refleksi atas capaian pembangunan sekaligus penguatan komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam membangun Banjarbaru sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Selatan yang maju, inovatif, dan berdaya saing.

Pemerintah Kota Banjarbaru menargetkan peringatan tahun ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menghadirkan kegiatan yang berdampak langsung bagi masyarakat serta memperkuat semangat kebersamaan dan kolaborasi. (mc/ali/jp). 

Kamis, 12 Februari 2026

Perkuat Implementasi Satu Data Indonesia, Diskominfo Banjarbaru Gelar Bimtek Visualisasi Data Statistik Sektoral

BANJARBARU- Dalam upaya meningkatkan kualitas penyajian dan pemanfaatan data statistik sektoral sebagai fondasi pembangunan daerah, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Banjarbaru melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Visualisasi Data Statistik Sektoral, Kamis (12/2/2026), di Ruang Aula SINERGI Lantai 3 BAPPERIDA Kota Banjarbaru.

Kegiatan ini diikuti oleh 32 operator data dari seluruh organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Banjarbaru. Bimtek tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendukung implementasi Satu Data Indonesia serta memperkuat tata kelola data yang akurat, terstandar, dan terintegrasi.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi aparatur dalam mengolah dan menyajikan data melalui visualisasi yang informatif, komunikatif, serta mudah dipahami. Data yang tersaji dengan baik diharapkan mampu mendukung proses perencanaan, monitoring, evaluasi, serta pengambilan kebijakan berbasis data.

Dalam sambutannya, Plt Kepala Diskominfo yang diwakili Sekretaris Diskominfo, Ahmad Syarief Nizami, menegaskan bahwa di era digital, data memiliki peran strategis dalam perencanaan dan pengambilan kebijakan. Namun, data harus disajikan secara jelas, informatif, dan mudah dipahami agar dapat dimanfaatkan secara optimal.

"Visualisasi data yang baik akan mempercepat pemahaman, meningkatkan kualitas analisis, serta mendorong lahirnya kebijakan publik yang berbasis data,” ujarnya.

Selain pemaparan mengenai visualisasi statistik sektoral, pada kesempatan tersebut, juga disosialisasikan mengenai sensus Ekonomi 2026 yang dilaksanakan secara serentak pada bulan Mei hingga Juli 2026 oleh BPS kota banjarbaru.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Banjarbaru menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola data demi mendukung pembangunan yang lebih terarah, transparan, dan berkelanjutan bagi masyarakat, serta mendukung penuh pelaksanaan sensus ekonomi 2026. (mc/jp). 

Banjarbaru Sabet Terbaik II Penyerapan TKD 2025, Bukti Tata Kelola Fiskal Kian Solid di Era Wali Kota Lisa

BANJARBARU- Pemerintah Kota Banjarbaru tidak henti-hentinya menorehkan prestasi membanggakan di tingkat Provinsi Kalimantan Selatan. 

Dibawah kepemimpinan Wali Kota Hj Erna Lisa Halaby, Banjarbaru berhasil meraih Penghargaan Terbaik II Kinerja Penyerapan Transfer ke Daerah (TKD) Tertinggi Tahun Anggaran 2025.

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Wali Kota Lisa saat menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Pembangunan Sumber Dana APBN Provinsi Kalimantan Selatan, yang digelar di Gedung Mahligai Pancalisa, Banjarmasin, Kamis (12/2/2026).

Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa Pemerintah Kota Banjarbaru mampu menjaga keseimbangan antara percepatan realisasi anggaran dan ketepatan tata kelola fiskal, sehingga pembangunan daerah berjalan efektif, terarah dan akuntabel.

Wali Kota Lisa menegaskan, bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran perangkat daerah serta sinergi yang solid dengan pemerintah pusat dan provinsi.

"Melalui rakor ini koordinasi antara Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten/Kota semakin solid. Sehingga pelaksanaan program pembangunan yang bersumber dari APBN dapat berjalan lebih efektif, tepat sasaran dan berkelanjutan demi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat Banjarbaru,” ujarnya.

Sebagai informasi, Transfer ke Daerah (TKD) merupakan instrumen fiskal utama pemerintah pusat dalam mendukung pelaksanaan pembangunan di daerah. TKD meliputi Dana Alokasi Umum (DAU) fisik dan nonfisik, Dana Bagi Hasil (DBH) serta Dana Desa. Kecepatan dan kepetapan penyalurannya sangat menentukan kelancaran program pembangunan serta kualitas pelayanan publik.

Penghargaan kinerja penyerapan tertinggi ini diberikan kepada daerah yang memenuhi sejumlah indikator ketat, diantaranya ketepatan waktu dalam memenuhi persyaratan penyaluran, percepatan realisasi belanja, kualitas pelaporan serta konsistensi antara perencanaan dan pelaksanaan anggaran. Aspek akuntabilitas dan kesesuaian penggunaan anggaran juga menjadi poin penting dalam penilaian.

Prestasi ini semakin menegaskan komitmen Pemkot Banjarbaru dalam memperkuat tata kelola keuangan daerah yang transparan dan profesional. Pemerintah Kota Banjarbaru dalam hal ini akan terus mendorong percepatan belanja pada sektor-sektor prioritas, seperti infrastruktur dasar, pendidikan, kesehatan dan peningkatan kualitas layanan publik.

Dengan capaian ini, Banjarbaru tidak hanya menunjukkan kemampuam administratif yang kuat, tetapi juga menegaskan posisinya sebagai daerah yang adaptif, responsif dan berorientasi pada hasil dalam mengelola sumber daya fiskal untuk kesejahteraan masyarakat. (mc/jp). 

Rabu, 11 Februari 2026

Sekda Sampaikan Kegiatan Pemkot Banjarbaru Prioritas Memberikan Manfaat Langsung Kepada Masyarakat

BANJARBARU- Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru, Sirajoni, menyampaikan dibalik efisiensi yang terjadi sekarang, kegiatan-kegiatan prioritas Pemko Banjarbaru harus memberi manfaat langsung kepada masyarakat.

Hal tersebut Sekda sampaikan saat membuka Forum Konsultasi Publik RKPD Tahun 2027 Kota Banjarbaru, di Aula Gawi Sabarataan, Rabu (11/2/2026).

"Kami bersama jajaran memprioritaskan kepada kegiatan-kegiatan yang langsung (memberikan manfaat) kepada masyarakat, rapat saja kita sekarang snack saja, kalau dulu makan (nasi kotakan), kita sekarang snack. Jadi efisiensi segala lini kita coba upayakan demi memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat kita Banjarbaru,” katanya.

Dalam RKPD 2027, Pemerintah Kota Banjarbaru menetapkan empat prioritas pembangunan, yakni peningkatan kualitas sumber daya manusia yang berdaya saing, peningkatan produktivitas perekonomian sektor tersier, pemerataan infrastruktur dan konektivitas perkotaan, serta peningkatan kualitas pelayanan publik melalui penguatan reformasi birokrasi.

Diinformasikan, penyusunan RKPD 2027 mengusung tema “Penguatan Produktivitas Ekonomi Berbasis Daya Saing SDM dan Penataan Kota yang Terintegrasi". Tema ini disusun berdasarkan evaluasi capaian pembangunan, kondisi ekonomi daerah, serta isu strategis yang dihadapi Banjarbaru ke depan.

Forum yang berlangsung di lingkungan Pemerintah Kota Banjarbaru tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan daerah, perangkat daerah, instansi vertikal, akademisi, serta perwakilan pemangku kepentingan lainnya. Kegiatan bertujuan menjaring masukan dan saran terhadap rancangan awal RKPD Kota Banjarbaru Tahun 2027.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Banjarbaru yang dipaparkan dalam forum tersebut, pertumbuhan ekonomi Banjarbaru pada tahun 2024 mencapai 6,71 persen dan menjadi yang tertinggi di Kalimantan Selatan. Struktur ekonomi Banjarbaru didominasi oleh sektor transportasi dan pergudangan dengan kontribusi sebesar 29,72 persen, disusul sektor konstruksi dan perdagangan.

Selain pertumbuhan ekonomi, indikator kesejahteraan masyarakat juga menunjukkan tren positif. Angka kemiskinan Kota Banjarbaru pada tahun 2025 tercatat sebesar 3,44 persen atau sekitar 11.065 jiwa, lebih rendah dibandingkan rata-rata Provinsi Kalimantan Selatan dan nasional. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) juga mengalami penurunan menjadi 4,75 persen, sementara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 82,2 dan menjadi yang tertinggi se-Kalimantan Selatan.

Meski demikian, pemerintah daerah mengidentifikasi sejumlah permasalahan strategis yang masih perlu mendapat perhatian, di antaranya pemerataan infrastruktur dan konektivitas wilayah, pengelolaan lingkungan hidup dan mitigasi bencana, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan tata kelola pemerintahan. (mc/jp). 

Senin, 09 Februari 2026

Benahi Birokrasi Hingga Sampah, Rakor Banjarbaru Pacu Reformasi Total Menuju Kota Bersih dan Profesional

BANJARBARU- Pemerintah Kota Banjarbaru kembali menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) pada bulan Februari 2026 yang dirangkaikan dengan penandatanganan Perjanjian Kinerja Kepala Perangkat Daerah Tahun 2026, sebagai bentuk penguatan komitmen dan akuntabilitas kinerja aparatur di lingkungan Pemkot Banjarbaru, di Aula Gawi Sabarataan, Senin (9/2/2026).

Dalam arahannya, Wali Kota Banjarbaru, Hj Erna Lisa Halaby, menegaskan bahwa penandatanganan perjanjian kinerja bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk nyata setiap pimpinan perangkat daerah dalam menjalankan peran, tugas dan fungsi secara profesional, terukur serta bertanggung jawab.

"Saya minta seluruh pejabat yang menandatangani perjanjian kinerja benar-benar berkomitmen. Laksanakan amanah ini dengan sungguh-sungguh demi pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, Wali Kota Lisa juga menyoroti implemantasi Undang-undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya terkait larangan pengangkatan tenaga Non ASN untuk mengisi jabatan ASN.

"Pemerintah Kota Banjarbaru perlu melakukan moratorium tenaga Non ASN yang tidak terangkat sebagai PPPK sampai tahun 2025. Yang dimana saat ini untuk jumlah Non ASN yang penggajihannya melalui APBD berjumlah 1.398 orang,” katanya.

Selain isu kepegawaian, Rakor juga membahas sejumlah agenda strategis lainnya, diantaranya usulan Peraturan Wali Kota tentang Insentif RT dan RW, serta tindak lanjut Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menegah tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman guna menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif bagi siswa.

Tak kalah penting, Wali Kota Lisa turut menyoroti persoalan pengelolaan sampah di Banjarbaru. Dirinya mengungkapkan telah melalukan konsultasi dan koordinasi dengan Menteri Lingkungan Hidup RI terkait hasil penilaian kinerja pengelolaan sampah, dimana Banjarbaru memperoleh nilai 48.

Menurutnya, angka tersebut menjadi alarm sekaligus evaluasi serius bagi seluruh jajaran untuk segera melakukan pembenahan.

"Nilai ini harus menjadi motivasi. Tahun 2026 kita wajib meningkatkan kinerja pengelolaan sampah. Jangan sampai Banjarbaru dianggap sebagai Kota Kotor,” ucapnya.

Melalui rakor ini, diharapkan seluruh perangkat daerah semakin solid, adaptif, dan fokus pada capaian kinerja, sehingga program pembangunan dan pelayanan publik di Kota Banjarbaru dapat berjalan lebih optimal sepanjang tahun 2026. (mc/ali/jp). 


Jumat, 06 Februari 2026

Banjarbaru Dorong Cempaka Jadi Living Museum, Wali Kota Temui Menteri Kebudayaan RI

BANJARBARU- Pemerintah Kota Banjarbaru terus memperkuat komitmen menjadikan kebudayaan sebagai fondasi pembangunan daerah. 

Wali Kota Banjarbaru, Hj Erna Lisa Halaby, bersama Komite Ekonomi Kreatif (KEK) Banjarbaru melakukan kunjungan kerja ke Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia di Jakarta, Jum'at (6/2/2026).

Rombongan diterima langsung oleh Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon. Pertemuan tersebut bertujuan meminta dukungan pemerintah pusat dalam rencana penetapan Kecamatan Cempaka sebagai Living Museum, yakni kawasan budaya hidup berbasis sejarah, tradisi, dan kearifan lokal masyarakat.

Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa, menegaskan bahwa pengembangan Cempaka sebagai Living Museum tidak hanya berorientasi pada pelestarian sejarah, tetapi merupakan langkah strategis pembangunan berkelanjutan yang mengintegrasikan budaya, edukasi, dan ekonomi kreatif.

"Kehadiran kami adalah upaya menyelaraskan kebijakan pusat dan daerah agar pembangunan kebudayaan di Banjarbaru dapat berjalan seiring dan saling menguatkan,” ujar Wali Kota.

Ia menambahkan, pengembangan Living Museum Cempaka juga menjadi bagian dari visi Banjarbaru menuju Kota Kreatif Nasional 2027.

"Kami berharap Cempaka dapat menjadi ruang hidup kebudayaan yang berkelanjutan sekaligus penggerak ekonomi kreatif berbasis budaya,” katanya.

Sementara itu, Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, mengapresiasi inisiatif Pemerintah Kota Banjarbaru dan KEK Banjarbaru yang dinilai serius menempatkan kebudayaan sebagai kekuatan strategis pembangunan daerah.

"Kementerian Kebudayaan terbuka memberikan dukungan, termasuk pendampingan teknis, agar pengembangan Cempaka dapat berjalan terarah dan berkelanjutan. Kami mendorong koordinasi aktif dengan satuan kerja Kementerian di daerah agar langkah yang diambil lebih optimal,” ujarnya.

Kecamatan Cempaka, khususnya kawasan Pumpung, dikenal sebagai pusat pendulangan intan tradisional. Dari kawasan ini ditemukan Intan Trisakti, intan mentah terbesar yang pernah ditemukan di Indonesia dengan berat 166,75 karat.

Intan tersebut ditemukan pada 26 Agustus 1965 oleh 24 pendulang yang dipimpin H Matsam dan dinamai langsung oleh Presiden Soekarno sebagai simbol kesaktian dan kedaulatan bangsa. Nilainya ditaksir mencapai Rp10 triliun.

Namun, di balik sejarah besar tersebut, tersimpan kisah perjuangan para pendulang yang selama ini belum banyak terekspos.

Melalui konsep Cempaka Living Museum, sejarah itu dihidupkan kembali sebagai ruang edukasi, destinasi wisata sejarah, serta motor penggerak ekonomi kreatif berbasis budaya. Konsep ini diharapkan mampu menjadikan Cempaka sebagai laboratorium kebudayaan terbuka yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat lokal.

Dengan sinergi pemerintah pusat dan daerah, Pemerintah Kota Banjarbaru optimistis Cempaka akan berkembang tidak hanya sebagai saksi sejarah, tetapi juga sebagai pusat pertumbuhan kebudayaan dan ekonomi kreatif di Kalimantan Selatan. (mc/jp). 

Kamis, 05 Februari 2026

Banjarbaru Tancap Gas Sektor Ekonomi Kreatif, Wali Kota Lisa Bangun Sinergi Strategis Dengan Menteri Ekraf RI

BANJARBARU- Komitmen Pemerintah Kota Banjarbaru dalam memajukan sektor ekonomi kreatif kian nyata. Wali Kota Banjarbaru, Hj Erna Lisa Halaby mendampingi Komite Ekonomi Kreatif (KEK) Banjarbaru dalam pertemuan strategis bersama Kementerian Ekonomi Kreatif, Jakarta, Kamis (5/2/2026).

Rombongan Banjarbaru diterima langsung oleh Menteri Ekonomi Kreatif RI, Teuku Riefky Harsya, dalam suasana dialog hangat dan konstruktif yang membahas arah pengembangan ekonomi kreatif daerah berbasis kolaborasi pusat dan daerah.

Kehadiran Wali Kota Lisa menjadi penegasan kuat bahwa Pemerintah Kota Banjarbaru memberikan dukungan penuh terhadap penguatan ekosistem ekonomi kreatif, sebagai salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi baru di Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan.

Dalam pertemuaan tersebut, sejumlah agenda strategis dibahas, mulai dari penguatan sinergi program, fasilitas pelaku kreatif lokal, pengembangan subsektor unggulan hingga peluang dukungan kebijakan.

Wali Kota Lisa menegaskan, Banjarbaru memiliki potensi besar di berbagai subsektor kreatif untuk itu Pemerintah Kota Banjarbaru terus mendorong Banjarbaru sebagai kota kreatif yang berdaya saing. Dirinya juga membeberkan bahwa Banjarbaru memiliki ekonomi kreatif yang luar biasa, seperti kuliner, kriya dan fesyen yang terus berkembang dan perlu didukung secara terarah.

"Melalui kolaborasi dengan Kementerian Ekonomi Kreatif dan Komite Ekonomi Kreatif Banjarbaru, kami ingin mendorong lahirnya pelaku-pelaku kreatif yang berdaya saing serta mampu memberikan dampak nyata bagi perekonomian masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya sangat menyambut baik dengan adanya pertemuan ini dan mengapresiasi langkah kolaboratif yang dilakukan Pemerintah Kota Banjarbaru bersama Komite Ekonomi Kreatif.

"Kementerian Ekonomi Kreatif siap memberikan dukungan melalui kebijakan, pendampingan program serta fasilitasi jejaring nasional bagi para pelaku ekonomi kreatif di daerah,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Umum Komite Ekonomi Kreatif (KEK) Banjarbaru, Riandy Hidayat, menyampaikan bahwa Banjarbaru memiliki potensi ekonomi kreatif yang besar dan terus menunjukkan perkembangan positif.

"Dengan dukungan dari Kementerian Ekonomi Kreatif, kami optimis Banjarbaru dapat menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi kreatif di Kalimantan Selatan,” katanya.

Dengan langkah strategis ini, Banjarbaru optimistis mampu mencetak lebih banyak pelaku usaha kreatif, memperluas pasar, serta menjadikan sektor kreatif sebagai pilar utama pembangunan ekonomi daerah di masa depan. (mc/jp). 

Senin, 02 Februari 2026

Wali Kota Banjarbaru Bawa Komitmen di Rakornas, Selaraskan Program Daerah Dengan Prioritas Presiden

BANJARBARU- Wali Kota Banjarbaru, Hj Erna Lisa Halaby bersama jajaran menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang digelar di Sentul Internasional Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).

Rakornas yang mengangkat tema ”Sinergi Pusat dan Daerah dalam Implementasi Program Prioritas Presiden Menuju Indonesia Emas 2045” ini menjadi momentum strategis dalam menyatukan arah kebijakan pembangunan nasional dan daerah.

Kegiatan tersebut dihadiri seluruh pimpinan daerah se-Indonesia, mulai dari Gubernur, Bupati, Wali Kota hingga jajaran Forkompida sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperkuat kolaborasi lintas pemerintahan.

Pemerintah pusat menegaskan pentingnya keselarasan langkah antara perencanaan nasional dengan eksekusi di tingkat daerah. Sinkronisasi kebijakan dinilai krusial agar program prioritas Presiden dapat berjalan efektif, tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Lisa, menyampaikan komitmennya untuk segera mengimplementasikan poin-poin strategis hasil Rakornas.

"Kehadiran kami bersama Forkopimda disini adalah bentuk komitmen untuk memastikan program-program prioritas Presiden berjalan selaras. Sinergi ini krusial agar target Indonesia Emas 2045 bukan sekadar visi, tetapi realitas yang dirasakan manfaat oleh seluruh masyarakat,” ujarnya.

Adapun fokus utama pembahasan dalam Rakornas meliputi penguatan ekonomi lokal, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) serta percepatan pembangunan infrastruktur digital sebagai fondasi transformasi menuju Indonesia Emas 2045. (mc/jp). 

Selasa, 27 Januari 2026

Banjarbaru Kembali Tembus Prestasi Nasional, Jaminan Kesehatan Warga Tercapai 95 Persen

BANJARBARU- Guna terus menghadirkan layanan kesehatan yang merata dan inklusif kembali membuahkan hasil membanggakan di kancah Nasioanl.

Wali Kota Banjarbaru, Hj Erna Lisa Halaby menghadiri langsung Deklarasi dan Pencanangan Pemerintah Daerah Tahun 2026 yang digelar di Ballroom JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (27/1/2026).

Kehadiran Wali Kota Lisa dalam forum nasional tersebut menegaskan keseriusan pemerintah daerah dalam memastikan setiap warga mendapatkan perlindungan kesehatan tanpa terkecuali.

Banjarbaru kembali menerima apresiasi tingkat nasional atas keberhasilannya melampaui target cakupan kepersertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) minimal 95 persen dari total penduduk Banjarbaru.

Penghargaan yang didapat Pemerintah Kota Banjarbaru yakni dengan Kategori Madya dalam pencapaian Universal Health Coverage telah berhasil naik satu tingkat dari tahun sebelumnya. 

Wali Kota Lisa, akan terus berkomitmen agar seluruh lapisan masyarakat Kota Banjarbaru tidak ada lagi yang kesulitan mendapatkan layanan kesehatan.

"Pencapaian UHC ini bukan sekadar mengejar penghargaan, melainkan manifestasi dari janji pemerintah untuk memastikan tidak ada lagi warga Banjarbaru yang kesulitan mengakses layanan kesehatan atau medis karena kendala biaya,” ucapnya.

Acara strategis ini turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat RI, Muhaimin Iskandar serta kepala daerah dari seluruh Indonesia, sebagai bentuk sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan sistem kesehatan yang adil dan berkelanjutan.

Dengan diraihnya penghargaan ini, Banjarbaru semakin menegaskan diri sebagai kota yang berkomitmen pada pembangunan manusia, khususnya di bidang kesehatan, demi menciptakan masyarakat yang sehat, produktif, dan sejahtera. (mc/jp). 
 
Copyright © 2014 Jurnalis Post. Designed by OddThemes